Kendari – Universitas Mandala Waluya (UNMAWA) Kendari, khususnya Fakultas Biologi, menggelar Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa (FSBOM) 2026 yang meriah pada akhir pekan lalu. Acara tahunan yang berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 28 hingga 30 Maret 2026, menampilkan berbagai kegiatan seni tradisional, pertunjukan modern, dan kompetisi olahraga yang memukau ratusan pengunjung dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat lokal Kendari.
Penyelenggaraan festival ini menandai komitmen Fakultas Biologi UNMAWA dalam mengintegrasikan pengembangan akademik dengan pembinaan softskill mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Dengan menghadirkan unsur budaya lokal Sulawesi Tenggara, acara ini juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya yang semakin tergerus oleh modernisasi.
Antusiasme Tinggi Mahasiswa dan Masyarakat
Pelaksanaan FSBOM 2026 di lapangan olahraga Fakultas Biologi UNMAWA, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, berhasil menarik partisipasi antusias dari berbagai program studi. Data panitia menunjukkan sebanyak 47 cabang olahraga dan seni dipertandingkan, dengan melibatkan lebih dari 2.000 peserta aktif dari seluruh tingkat akademik, mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga senior.
Ketua Panitia FSBOM 2026, Andi Pratama, mahasiswa semester enam Prodi Biologi, menceritakan persiapan matang yang dilakukan selama berbulan-bulan sebelumnya. “Kami mulai persiapan sejak Januari 2026. Tim kami terdiri dari 150 orang panitia yang bekerja sama dengan rapat. Setiap detail diperhatikan untuk memastikan acara ini berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta,” ujar Pratama saat ditemui di ruang panitia FSBOM.
Pembukaan festival pada Jumat, 28 Maret 2026, dimeriahkan dengan pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara yang memukau. Penampilan tari Poco-Poco modern dari Club Tari Mahasiswa Fakultas Biologi membuka sesi entertainment, diikuti dengan tarian Canolfan yang menampilkan gerakan khas kesenian Kendari. Pakaian tradisional yang dikenakan para penari menciptakan suasana festive yang autentik, membawa penonton seolah-olah berada di jantung budaya Sulawesi Tenggara.
Kompetisi Olahraga yang Sengit
Rangkaian kompetisi olahraga menjadi highlight utama festival. Berbagai cabang olahraga dipertandingkan, mulai dari olahraga konvensional seperti futsal, bola voli, bola basket, hingga cabang olahraga modern seperti e-sports dan pencak silat. Turnamen futsal mahasiswa Fakultas Biologi menjadi salah satu event paling dinanti-nantikan, dengan 24 tim yang berebut gelar juara.
“Kompetisi futsal tahun ini mengalami peningkatan partisipan yang signifikan dibanding tahun lalu. Kami memiliki 24 tim yang terdiri dari divisi putra dan putri. Energi kompetisi sangat tinggi, dan kami lihat beberapa pertandingan yang sangat ketat,” jelaskan Hendrik Wijaya, Koordinator Cabang Olahraga FSBOM, yang juga dosen mata kuliah Biologi Organisme.
Dalam pertandingan final futsal putra, tim dari Prodi Biologi Murni berhasil mengalahkan tim Prodi Bioteknologi dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang menegangkan. Sementara itu, kategori futsal putri dimenangkan oleh tim Prodi Biologi Konservasi dengan permainan yang sangat solid dan terkoordinasi dengan baik.
Selain futsal, cabang olahraga lainnya juga menarik perhatian. Pertandingan bola voli antar program studi berlangsung seru dengan antusiasme penonton yang tinggi. Tim putra Prodi Bioteknologi berhasil meraih medali emas, sementara tim putri dari Prodi Biologi Murni menjadi juara di kategori perempuan. Kompetisi bola basket, bulu tangkis, dan tenis meja juga menampilkan permainan berkualitas tinggi yang layak ditonton.
Tidak ketinggalan, acara lari maraton yang melibatkan 400 peserta menjadi momentum kesehatan yang bermakna. Rute lari 10 kilometer dimulai dari kampus Fakultas Biologi mengelilingi sekitaran Kendari, menunjukkan keindahan kota dari perspektif yang berbeda.
Seni dan Budaya Menjadi Pilar Penting
Selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai pertunjukan seni dan budaya diadakan di panggung utama festival. Penampilan band mahasiswa, lomba menyanyi, teater mini, fashion show dengan busana tradisional dan modern, serta pameran seni rupa dari hasil karya mahasiswa Fakultas Biologi menjadi bagian integral dari acara.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah pertunjukan teater berjudul “Mata Air Kehidupan,” yang ditulis dan diproduksi oleh kelompok teater kampus bernama “Mimbar Kreasi.” Naskah ini menggabungkan elemen cerita lokal Sulawesi Tenggara dengan pesan konservasi lingkungan yang relevan dengan misi Fakultas Biologi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Pertunjukan kami mengangkat isu keberlanjutan lingkungan dan pentingnya melestarikan budaya lokal,” ungkap Ratih Salsabila, ketua kelompok teater Mimbar Kreasi, setelah pertunjukan berakhir dengan tepukan meriah dari ratusan penonton.
Lomba menyanyi tingkat fakultas menghadirkan puluhan peserta yang memperdengarkan bakat vokal mereka. Juara pertama lomba menyanyi solo berhasil diraih oleh Miftahul Huda, mahasiswa semester empat Prodi Biologi Murni, dengan penampilan yang emosional menyanyikan lagu modern berbahasa Indonesia. Juara kedua dan ketiga berhasil disabet oleh mahasiswa dari prodi berbeda, menunjukkan keberagaman talenta di antara mahasiswa Fakultas Biologi.
Fashion show yang menampilkan koleksi busana tradisional Sulawesi Tenggara dan interpretasi modern menjadi highlight visual yang memorable. Para model, semua mahasiswa Fakultas Biologi, memamerkan kreativitas dalam menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan kontemporer. Kritikus fashion lokal yang hadir memberikan pujian atas upaya pelestarian budaya yang ditunjukkan melalui medium fashion.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Dekan Fakultas Biologi UNMAWA Kendari, Prof. Dr. Bambang Sulistyanto, S.Si., M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini. Dalam pidato pembukaan acara, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan pembinaan karakter mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Kegiatan seperti FSBOM ini sangat penting bagi pengembangan holistik mahasiswa kami. Melalui festival ini, mahasiswa belajar tentang teamwork, kepemimpinan, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Kami percaya bahwa seorang lulusan Fakultas Biologi UNMAWA Kendari tidak hanya harus memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga karakter yang baik dan pemahaman mendalam tentang budaya tempat mereka tinggal,” ujar Prof. Bambang dalam sambutannya.
Beliau juga menambahkan bahwa festival ini sejalan dengan visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi universitas yang mengintegrasikan nilai-nilai akademik dengan pengembangan softskill dan kepemimpinan mahasiswa. “Universitas kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa seni, semangat olahraga, dan dedikasi tinggi terhadap pembangunan masyarakat,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNMAWA Kendari, Dr. Hendra Santoso, M.Pd., juga hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras panitia dan partisipan. “Saya melihat semangat luar biasa dari semua mahasiswa di sini. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UNMAWA Kendari tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam mengembangkan diri melalui kegiatan seni dan olahraga. Saya yakin pengalaman di festival ini akan menjadi memori indah yang akan mereka bawa sepanjang hidup,” katanya.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Kehadiran festival ini memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa Fakultas Biologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi non-akademik mereka, membangun jaringan sosial yang lebih luas, dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan.
Syifa Nurhaliza, mahasiswa semester dua Prodi Bioteknologi, menceritakan pengalamannya mengikuti festival. “Tahun ini adalah pertama kalinya saya mengikuti FSBOM sebagai peserta. Saya merasa sangat senang bisa bertemu dengan mahasiswa dari program studi lain, berbagi pengalaman, dan bersama-sama merayakan pencapaian. Dari mengikuti lomba dan berbagai acara, saya belajar banyak tentang disiplin, kerja sama tim, dan tentunya tentang budaya lokal kita,” ujarnya dengan antusias.
Tidak hanya peserta, panitia pelaksana juga merasakan manfaat signifikan dari keterlibatan mereka. Andi Pratama, ketua panitia, mengakui bahwa pengalaman mengelola festival skala besar memberikannya pelajaran berharga tentang manajemen proyek dan kepemimpinan. “Mengelola 150 orang panitia, mengkoordinasikan berbagai cabang olahraga dan seni, serta menangani logistik acara sebesar ini adalah pembelajaran yang tidak bisa saya dapatkan dari kelas akademik saja. Ini adalah pendidikan praktis tentang bagaimana mengorganisir sebuah acara kompleks,” ungkapnya.
Pelestarian Budaya Lokal Melalui Medium Seni
Salah satu aspek penting dari FSBOM 2026 adalah komitmentnya terhadap pelestarian budaya lokal Sulawesi Tenggara. Dalam era globalisasi, budaya tradisional sering tergerus oleh arus modernisasi. Melalui festival ini, mahasiswa Fakultas Biologi UNMAWA Kendari mengambil peran aktif dalam melestarikan warisan budaya mereka.
Program khusus yang disebut “Warisan Budaya Sulawesi Tenggara” menampilkan berbagai bentuk seni tradisional yang masih hidup di masyarakat lokal. Pertunjukan tari Poco-Poco, Canolfan, dan Cakalele dari Maluku yang sering dipertunjukkan dalam acara-acara lokal ditampilkan dalam festival ini untuk memberi apresiasi kepada seniman tradisional dan meningkatkan awareness mahasiswa tentang pentingnya melestarikan budaya.
Selain pertunjukan langsung, festival juga mengadakan workshop seni tradisional yang diisi oleh praktisi budaya lokal. Workshop membuat kerajinan tangan tradisional, pembelajaran menari tradisional, dan pengenalan alat musik lokal menjadi bagian dari program edukasi yang terintegrasi dengan festival.
Musisi tradisional lokal, Pak Muhammad Arief, yang terlibat sebagai pembimbing dalam workshop alat musik tradisional, memberikan testimoni tentang pentingnya inisiatif semacam ini. “Saya sangat senang melihat mahasiswa muda antusias mempelajari alat musik tradisional kita. Zaman sekarang, banyak generasi muda yang lebih tertarik dengan musik modern. Kegiatan seperti ini membantu melestarikan pengetahuan tentang budaya kita agar tidak hilang,” katanya.
Rangkaian Acara Tambahan dan Closing Ceremony
Pada hari ketiga festival, 30 Maret 2026, diadakan berbagai acara tambahan yang menciptakan momentum penutupan yang meriah. Acara “Meet and Greet” dengan atlet dan seniman lokal yang telah memiliki pencapaian tinggi memberikan inspirasi kepada mahasiswa. Hadir dalam acara ini adalah pesepak bola profesional asal Kendari yang bermain di klub nasional, serta penyanyi lokal yang telah merilis album.
Closing ceremony pada malam harinya menampilkan grand finale dengan pertunjukan spektakuler dari seluruh cabang olahraga dan seni yang telah berkompetisi. Pengumuman juara dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi menciptakan momen klimaks yang penuh kegembiraan dan apresiasi.
Pada closing ceremony, Prof. Bambang Sulistyanto kembali mengambil kesempatan untuk menyampaikan pesan penting kepada seluruh mahasiswa Fakultas Biologi. “Festival ini bukan sekadar acara hiburan, tetapi sebuah momentum penting bagi pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal yang berharga ketika kalian terjun ke masyarakat dan dunia kerja nanti. Terus kembangkan bakat dan potensi kalian, tetap jaga nilai-nilai budaya lokal, dan jadilah individu yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesan beliau.
Pandangan ke Depan dan Keberlanjutan Program
Kesuksesan FSBOM 2026 membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut program kegiatan mahasiswa di Fakultas Biologi UNMAWA Kendari. Panitia dan pimpinan kampus telah mendiskusikan rencana untuk mengadakan festival serupa tahun depan dengan skala yang lebih besar dan inovasi baru.
Andi Pratama mengungkapkan aspirasi untuk mengembangkan festival ke tahun berikutnya. “Dari pengalaman mengelola FSBOM 2026, kami melihat banyak peluang untuk pengembangan. Tahun depan, kami ingin men