KENDARI – Universitas Mandila Waluya, khususnya Fakultas Biologi, menghadirkan momentum pembelajaran akademik yang signifikan melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Strategi Konservasi Biodiversitas Tropis dalam Konteks Perubahan Iklim Global” pada hari Senin, 7 April 2026. Acara prestisius ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi penelitian internasional sekaligus melibatkan ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi lingkungan dari seluruh Indonesia.
Kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari penuh di Auditorium Utama Kampus Mandala Waluya ini merupakan komitmen konkret institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan transfer pengetahuan di bidang biologi konservasi. Penyelenggaraan seminar internasional menjadi salah satu agenda tahunan Fakultas Biologi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas akademis mahasiswa dan membuka wawasan tentang isu-isu lingkungan yang semakin kritis di era modern.
Peserta seminar tidak hanya berasal dari lingkungan Universitas Mandala Waluya, tetapi juga mencakup mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, peneliti independen, dan praktisi lapangan yang secara aktif terlibat dalam upaya konservasi alam. Kehadiran peserta yang beragam mencerminkan pentingnya topik yang diusung serta relevansinya dengan tantangan ekologis yang dihadapi Indonesia, khususnya kawasan Wallacea yang memiliki kekayaan biodiversitas luar biasa.
Latar Belakang dan Urgensi Topik
Pemilihan tema konservasi biodiversitas tropis dalam konteks perubahan iklim global bukan tanpa alasan. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan letak geografis yang strategis, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian ekosistem tropis yang menjadi paru-paru dunia. Sulawesi Tenggara, tempat berlokasi Universitas Mandala Waluya, merupakan bagian integral dari kawasan Wallacea yang diakui secara internasional sebagai hotspot biodiversitas dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi.
Kondisi alam yang kaya ini, bagaimanapun, terus menghadapi ancaman serius. Perubahan iklim global yang ditandai dengan meningkatnya rata-rata suhu bumi, perubahan pola curah hujan, dan ekstremitas peristiwa cuaca telah berdampak signifikan terhadap ekosistem tropis. Selain itu, aktivitas antropogenik seperti deforestasi, konversi lahan, dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan turut memperburuk kondisi biodiversitas.
Dalam konteks itulah, Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya merasa perlu menggelar seminar yang memberikan platform bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan strategi kolaboratif guna menghadapi krisis konservasi ini.
Pembicara dan Materi Seminar
Seminar internasional yang diselenggarakan Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya menghadirkan para pembicara utama yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya masing-masing. Pembicara pertama adalah Dr. James Mitchell dari University of Tasmania, Australia, seorang ahli ekologi tropis yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang adaptasi fauna tropis terhadap perubahan iklim selama lebih dari 20 tahun.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Dr. Siti Nurhalimah dari Institut Penelitian Biologi Tropis Bogor, yang merupakan salah satu peneliti senior dengan publikasi internasional terkemuka dalam bidang konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim. Di samping itu, Ir. Bambang Sutrisno, Kepala Divisi Konservasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga turut menjadi narasumber untuk memberikan perspektif kebijakan dan implementasi program konservasi di tingkat nasional.
Materi yang disajikan dalam seminar mencakup beberapa topik substansial. Sesi pertama berfokus pada pemahaman mendalam tentang mekanisme perubahan iklim dan implikasinya terhadap ekosistem tropis. Pembicara menjelaskan bagaimana peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu global yang selanjutnya memicu cascading effects terhadap berbagai komponen ekosistem, mulai dari flora, fauna, hingga mikroorganisme tanah yang berperan krusial dalam fungsi ekosistem.
Sesi kedua mendalami strategi konservasi yang telah terbukti efektif di berbagai belahan dunia. Diskusi mencakup implementasi kawasan lindung, program restorasi ekosistem, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang komplementer dengan upaya konservasi. Peserta seminar mendapat kesempatan untuk mempelajari studi kasus dari berbagai negara tropis, termasuk Malaysia, Filipina, dan Uganda, yang telah mengimplementasikan berbagai pendekatan konservasi dengan hasil yang dapat dipelajari.
Pernyataan Pimpinan Universitas
Prof. Dr. Sumardi, M.Sc., Rektor Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap penyelenggaraan seminar internasional ini. Dalam sambutannya pada pembukaan acara, beliau menegaskan komitmen institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
“Seminar internasional ini merupakan bukti nyata dari dedikasi Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan penelitian dan pengajaran yang berkontribusi langsung pada pemecahan masalah-masalah krusial yang dihadapi umat manusia. Perubahan iklim dan kehilangan biodiversitas adalah tantangan global yang memerlukan respons kolaboratif dari berbagai disiplin ilmu dan institusi,” ujar Prof. Sumardi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Sumardi menambahkan bahwa seminar ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pengembangan penelitian-penelitian inovatif di lingkungan Universitas Mandala Waluya. “Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat terinspirasi dari para pembicara terkemuka dan menghasilkan karya-karya penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi konservasi biodiversitas di Sulawesi Tenggara khususnya dan Indonesia pada umumnya,” katanya.
Sementara itu, Dr. Hartono, S.Si., M.Pd., Dekan Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan bahwa seminar ini juga merupakan hasil dari kerja keras seluruh civitas akademika Fakultas Biologi dalam mempersiapkan acara berkualitas internasional. “Tim kami telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk mengkurasi pembicara terbaik dan merancang program seminar yang sesuai dengan kebutuhan akademis mahasiswa kami. Kami bangga bahwa seminar ini dapat diselenggarakan dengan melibatkan institusi-institusi terkemuka baik dari Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Dr. Hartono.
Dampak dan Signifikansi bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya, kehadiran seminar internasional ini memberikan nilai yang tidak ternilai. Kesempatan untuk mendengarkan langsung pemaparan dari para peneliti terkemuka dan praktisi berpengalaman merupakan pengalaman pembelajaran yang jarang diperoleh melalui kelas reguler.
Najwa Septian, mahasiswa tingkat ketiga Program Studi Biologi Konservasi, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Saya sangat tertarik dengan presentasi Dr. James Mitchell tentang adaptasi fauna terhadap perubahan iklim karena topik ini sangat relevan dengan rencana penelitian skripsi saya. Mendapatkan insight langsung dari peneliti yang sudah publikasi di jurnal-jurnal top world tentu sangat berharga untuk membimbing penelitian saya ke depannya,” kata Najwa.
Tidak hanya itu, seminar ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan networking dengan para peneliti dan praktisi di bidang konservasi. Sesi poster dan diskusi interaktif yang diselenggarakan sebagai bagian dari program seminar memfasilitasi pertukaran ide dan pembentukan kolaborasi akademis yang mungkin berlanjut hingga penelitian lanjutan.
Rina Kusuma, mahasiswa Program Studi Ekologi Tropis, juga mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pembicara. “Pertanyaan yang saya ajukan kepada Dr. Siti Nurhalimah tentang efektivitas reboisasi dalam konteks perubahan iklim mendapat jawaban yang sangat informatif dan membuat saya lebih memahami kompleksitas masalah konservasi. Ini adalah pembelajaran yang tidak bisa saya peroleh dari literatur atau dosen saja,” tambah Rina.
Kolaborasi dan Penelitian Lanjutan
Selain memberikan nilai edukasi langsung, seminar internasional ini juga membuka peluang untuk pengembangan kolaborasi penelitian antara Universitas Mandala Waluya dengan institusi-institusi internasional. Dr. James Mitchell telah menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan kerja sama penelitian dengan Fakultas Biologi terkait study tentang adaptasi satwa liar Sulawesi terhadap perubahan iklim.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat membawa keuntungan signifikan bagi Universitas Mandala Waluya. Akses terhadap jaringan peneliti internasional, metode penelitian yang inovatif, dan sumber pendanaan penelitian internasional adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui kolaborasi ini. Selain itu, publikasi bersama dengan peneliti internasional akan meningkatkan visibilitas dan reputasi akademis institusi di tingkat global.
Penutup
Penyelenggaraan seminar internasional “Strategi Konservasi Biodiversitas Tropis dalam Konteks Perubahan Iklim Global” oleh Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya pada 7 April 2026 merupakan milestone penting bagi institusi pendidikan ini. Acara yang menghadirkan pembicara-pembicara berkaliber internasional dan melibatkan ratusan peserta dari berbagai institusi ini menunjukkan komitmen Universitas Mandala Waluya dalam memainkan peran aktif dalam pengembangan pengetahuan dan pemecahan masalah-masalah global yang relevan dengan konteks lokal.
Melalui seminar ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih mendalam di kalangan akademis dan praktisi tentang urgensi konservasi biodiversitas tropis. Lebih jauh lagi, seminar ini diharapkan dapat menjadi pembuka pintu bagi kolaborasi-kolaborasi penelitian yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi konservasi alam dan peningkatan kualitas lingkungan hidup masyarakat di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara umum.
Universitas Mandala Waluya, melalui Fakultas Biologi, telah membuktikan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai penyalur ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agent of change yang aktif menggerakkan upaya-upaya konstruktif dalam mengatasi tantangan-tantangan zaman.
—
Penulis: Tim Berita Kampus Universitas Mandala Waluya
Editor: Dra. Herlinda Wijaya, M.Comm.
Tanggal Publikasi: 7 April 2026