Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Biologi, mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari program studi Biologi berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Penelitian Mahasiswa Nasional (KPMN) 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 15 April lalu di Jakarta.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Rini Saputri (angkatan 2023), Ardi Hermawan (angkatan 2022), dan Putri Cahya Ningsih (angkatan 2023) berhasil memenangkan kategori Biologi Konservasi dengan penelitian berjudul “Strategi Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Terumbu Karang di Perairan Sulawesi Tenggara.” Penelitian mereka menggabungkan aspek ekologi laut, social-economic assessment, dan implementasi teknologi monitoring berbasis IoT untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Pencapaian ini menandai kesuksessan pertama Universitas Mandala Waluya dalam ajang bergengsi KPMN yang diikuti lebih dari 200 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Prestasi ini juga mengukuhkan posisi Fakultas Biologi sebagai salah satu fakultas sains terdepan di kawasan Indonesia Timur.
Latar Belakang Penelitian dan Motivasi
Penelitian yang memenangkan kompetisi ini dimulai dari observasi langsung terhadap kondisi terumbu karang di Pulau Kaledupa, Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Lokasi ini dipilih karena merupakan bagian dari Taman Nasional Wakatobi yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di Indonesia, namun menghadapi tekanan ancaman dari aktivitas penangkapan ikan ilegal, perubahan iklim, dan polusi laut.
“Kami memulai penelitian ini sejak Januari 2025 setelah mengikuti kuliah lapangan mata kuliah Ekologi Laut yang diampu oleh Dr. Siti Mariana, M.Sc.,” tutur Rini Saputri saat ditemui di Gedung Dekanat Fakultas Biologi, Rabu (17/4/2026). Mahasiswa berprestasi ini melanjutkan, “Pada saat itu, kami sangat tertarik dengan kondisi terumbu karang yang menunjukkan gejala bleaching akibat peningkatan suhu laut. Dari sana muncul motivasi untuk menciptakan solusi konservasi yang tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga komunitas nelayan lokal.”
Ardi Hermawan, yang menjadi ketua tim penelitian, menambahkan bahwa riset mereka menggunakan metodologi mixed-method yang mengintegrasikan studi kualitatif dan kuantitatif. “Kami melakukan 45 kali diving untuk mengambil data komposisi terumbu karang, mengidentifikasi spesies, dan mengukur tingkat pertumbuhan karang. Selain itu, kami juga melakukan focus group discussion dengan nelayan tradisional dan stakeholder lokal untuk memahami aspek sosial dan ekonomi dari konservasi terumbu karang,” jelasnya dengan antusias.
Metodologi dan Inovasi Penelitian
Salah satu keunggulan penelitian tim Universitas Mandala Waluya adalah penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam monitoring terumbu karang. Putri Cahya Ningsih, yang fokus pada aspek teknologi, menjelaskan bahwa tim mereka merancang sistem sensor bawah laut yang dapat memantau parameter penting seperti suhu air, pH, salinitas, dan tingkat pencahayaan secara real-time.
“Sistem ini dihubungkan dengan cloud computing sehingga data dapat diakses oleh peneliti dan pengelola kawasan dari jarak jauh. Dengan teknologi ini, kami dapat mendeteksi perubahan lingkungan dengan cepat dan mengambil tindakan mitigasi sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah,” ungkap Putri dengan penjelasan teknis yang mendalam.
Penelitian tim ini juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang praktis dan dapat diimplementasikan oleh pemerintah lokal dan organisasi konservasi. Mereka mengusulkan model co-management antara pemerintah, nelayan, dan peneliti untuk mengelola terumbu karang secara berkelanjutan. Model ini telah diuji coba di tiga desa nelayan di sekitar Wakatobi dan menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi laut.
Apresiasi Pimpinan Kampus
Dekan Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. I Ketut Ginantra, M.Sc., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa bawah binaannya. “Prestasi ini bukan sekadar medali atau penghargaan, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat nasional dengan penelitian berkualitas tinggi yang juga relevan dengan permasalahan sosial dan lingkungan di Indonesia,” ujarnya dalam pidato resmi di aula Dekanat pada Kamis (17/4/2026).
Prof. Ginantra melanjutkan, “Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa mengembangkan penelitian yang not only academically rigorous tetapi juga impactful terhadap masyarakat dan lingkungan. Kami memiliki sumber daya alam yang luar biasa di Sulawesi Tenggara, dan mahasiswa kami harus menjadi pelopor dalam penelitian konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.”
Rektor Universitas Mandala Waluya, Dr. H. Bambang Sutrisno, S.H., M.Hum., juga memberikan apresiasi tinggi melalui surat resmi yang diterima oleh tim pemenang. “Pencapaian ini mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan integritas akademik yang tinggi. Kami akan memberikan dukungan penuh untuk publikasi internasional dari hasil penelitian Anda dan memfasilitasi presentasi di forum-forum ilmiah internasional,” bunyi isi surat tersebut.
Dukungan Pembimbing dan Tim Akademik
Kesuksesan tim penelitian ini juga didukung penuh oleh pembimbing akademik mereka, Dr. Siti Mariana, M.Sc., dan Dr. Bambang Winarno, Ph.D., yang merupakan dua dosen senior di Departemen Biologi Konservasi. Dr. Siti Mariana mengatakan bahwa ketiga mahasiswa ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam setiap tahap penelitian.
“Mereka tidak puas dengan data yang sekedarnya. Rini, Ardi, dan Putri selalu bertanya, mencari referensi terbaru, dan berusaha mengangkat masalah lokal menjadi topik penelitian dengan standar internasional. Itulah mengapa hasil akhirnya sangat memuaskan dan layak memenangkan kompetisi nasional,” kata Dr. Siti Mariana dengan bangga.
Dr. Bambang Winarno menambahkan bahwa penelitian ini juga akan dipublikasikan di jurnal-jurnal terindeks internasional. “Kami sudah menyiapkan naskah untuk disubmit ke Marine Ecology Progress Series dan Journal of Coastal Conservation. Ini akan menjadi publikasi pertama mereka di jurnal internasional, yang tentunya akan meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya di kancah penelitian global,” ungkapnya.
Dampak dan Rencana Keberlanjutan
Prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini tidak hanya bermakna bagi institusi, tetapi juga bagi komunitas lokal di Wakatobi. Penelitian mereka telah menarik perhatian Balai Taman Nasional Wakatobi dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk implementasi lebih lanjut.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat tertarik dengan model co-management yang diajukan oleh tim peneliti dari Universitas Mandala Waluya. Kami sedang mempersiapkan program pelanjutan yang akan melibatkan lebih banyak desa nelayan dan desa wisata di wilayah Wakatobi,” kata Dra. Yuni Hartati, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara, dalam wawancara telepon dengan pihak kampus.
Tim pemenang juga berencana melanjutkan penelitian mereka ke tahap pengembangan yang lebih luas. Mereka akan melakukan ekspansi monitoring ke beberapa kawasan laut lainnya di Indonesia Timur dan mengembangkan dashboard interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat umum untuk transparansi data lingkungan laut.
“Kami percaya bahwa penelitian ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam konservasi laut. Target kami adalah bahwa dalam lima tahun ke depan, model dan teknologi yang kami kembangkan dapat diaplikasikan di minimal 20 lokasi terumbu karang di Indonesia,” tambah Ardi Hermawan dengan visi yang jelas.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh Rini Saputri, Ardi Hermawan, dan Putri Cahya Ningsih dari Universitas Mandala Waluya merupakan bukti bahwa institusi pendidikan di daerah dapat menghasilkan penelitian berkualitas dunia. Kemenangan di Kompetisi Penelitian Mahasiswa Nasional 2026 ini menunjukkan bahwa dengan dedikasi, bimbingan yang tepat, dan komitmen terhadap penelitian yang bermakna, mahasiswa Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata untuk keberlanjutan lingkungan dan pembangunan daerah.
Universitas Mandala Waluya, sebagai kampus yang berlokasi strategis di dekat kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tenggara, terus berkomitmen untuk menjadi pusat penelitian dan pengembangan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global. Dengan prestasi ini, universitas diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk melakukan penelitian berkualitas yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Selamat kepada tim pemenang dan segenap civitas akademika Universitas Mandala Waluya!
—
Catatan Redaksi: Universitas Mandala Waluya terletak di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan merupakan institusi pendidikan tinggi yang fokus pada penelitian dan pengembangan di bidang sains, terutama biologi dan konservasi sumber daya alam.