Kendari, 13 April 2026 – Dalam momentum yang membanggakan, Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari telah resmi menerima sertifikat akreditasi dengan peringkat “A” (Unggul) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan dan riset, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Pengumuman resmi penetapan akreditasi tersebut diterima langsung oleh Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc., pada Jumat pagi (11 April 2026) melalui surat keputusan nomor 1247/SK-BAN-PT/Akr/PT/IV/2026. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun ke depan dan menjadi penjabaran dari kerja keras seluruh civitas akademika Fakultas Biologi selama tiga tahun terakhir.
“Ini adalah hasil dari dedikasi luar biasa seluruh tim kami. Akreditasi ‘A’ bukan hanya sekadar sertifikat, tetapi representasi dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada generasi muda Indonesia,” ujar Prof. Bambang dalam sesi konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Gedung Rektorat UMW, Kendari, pada Senin pagi (13 April 2026).
Latar Belakang Pencapaian Akreditasi
Perjalanan menuju akreditasi unggul Fakultas Biologi UMW dimulai sejak pertengahan 2023, ketika institusi memulai evaluasi diri komprehensif terhadap seluruh aspek operasional akademik. Fakultas Biologi, sebagai salah satu fakultas unggulan yang menawarkan program studi S1 Biologi, S1 Pendidikan Biologi, dan S2 Biologi, menjadi prioritas utama dalam proses peningkatan mutu ini.
Data internal menunjukkan bahwa sebelumnya, akreditasi fakultas ini berada pada peringkat “B” (Baik) yang diperoleh pada tahun 2021. Status tersebut memicu refleksi mendalam dari pimpinan fakultas dan dosen untuk mengidentifikasi gap atau kesenjangan yang masih ada dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.
Dr. Suryanto Wijaya, Dekan Fakultas Biologi UMW, mengungkapkan bahwa proses transformasi ini melibatkan pemetaan ulang terhadap seluruh aspek yang dinilai oleh BAN-PT. “Kami mengevaluasi standar kompetensi dosen, fasilitas laboratorium, kualitas pembelajaran, penelitian dan publikasi, hingga keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan. Semuanya harus terukur dengan baik,” jelas Dr. Suryanto dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi kampus, Senin (13 April 2026).
Peningkatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
Salah satu pilar utama yang menjadi fokus peningkatan mutu adalah pembaruan infrastruktur penelitian. Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana signifikan untuk modernisasi laboratorium-laboratorium di Fakultas Biologi. Investasi tersebut mencakup penambahan peralatan laboratorium berstandar internasional seperti DNA sequencer terbaru, spectrophotometer presisi tinggi, dan sistem culture chamber otomatis.
“Investasi dalam infrastruktur ini bukan sekadar demi sertifikat. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa kami belajar dengan peralatan yang sama dengan yang akan mereka gunakan di dunia kerja atau di laboratorium penelitian internasional,” papar Prof. Bambang Supriyanto saat acara penandatanganan MOU dengan tiga universitas mitra di Australia dan Malaysia yang juga dihadiri dalam kesempatan ini.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus kedua. Universitas Mandala Waluya telah meningkatkan jumlah dosen bersertifikat doktor dari 67 persen menjadi 84 persen dalam rentang waktu tiga tahun. Selain itu, sebanyak 23 dosen telah mengikuti program pengembangan kepemimpinan dan pedagogis di lembaga-lembaga terkemuka, baik domestik maupun internasional.
Dr. Eka Prasetya Wulandari, Kepala Bagian Pengembangan Akademik UMW, menerangkan bahwa strategi pengembangan SDM ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam hal metodologi pengajaran kontemporer. “Kami mengirim dosen ke berbagai pelatihan tentang pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan metode assessment yang inovatif. Investasi ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran,” katanya.
Penguatan Ekosistem Penelitian dan Publikasi
Dimensi penting lainnya dalam pencapaian akreditasi ini adalah peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Fakultas Biologi UMW telah meningkatkan output penelitian sebesar 156 persen dalam tiga tahun terakhir, dengan peningkatan publikasi di jurnal terakreditasi dari 34 artikel pada tahun 2023 menjadi 89 artikel pada tahun 2025.
Pencapaian ini didukung oleh program intensif yang diluncurkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) UMW. Program tersebut mencakup skema pendanaan penelitian internal yang kompetitif, fasilitasi publikasi internasional, dan kemitraan dengan universitas-universitas terkemuka untuk kolaborasi penelitian multidisiplin.
“Kami memiliki target ambisius untuk meningkatkan jumlah publikasi di jurnal Q1 dan Q2. Saat ini, sudah ada 12 artikel dari dosen Fakultas Biologi yang dipublikasikan di jurnal-jurnal tersebut dalam dua tahun terakhir,” ungkap Prof. Dr. I Made Sumartha, Direktur P3M UMW, dalam kesempatan yang sama.
Beberapa penelitian unggulan dari Fakultas Biologi UMW yang telah mendapat pengakuan internasional antara lain penelitian tentang biodiversitas laut Sulawesi Tenggara, studi etnobiologi tanaman obat tradisional Muna, serta riset tentang potensi mikroorganisme lokal untuk bioteknologi. Hasil-hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademis, tetapi juga memiliki dampak praktis bagi masyarakat lokal dan pengembangan ekonomi daerah.
Keterlibatan Mahasiswa dan Pembelajaran Berkelanjutan
Akreditasi unggul juga tercermin dari peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Fakultas Biologi UMW telah memperkaya kurikulum dengan menambahkan program magang industri yang terstruktur, kegiatan penelitian mahasiswa, dan program pertukaran pelajar dengan universitas mitra internasional.
Menurut data dari Biro Akademik UMW, tingkat kepuasan mahasiswa Fakultas Biologi terhadap kualitas pembelajaran meningkat dari 78 persen pada tahun 2023 menjadi 91 persen pada tahun 2025. Selain itu, prestasi mahasiswa dalam kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional juga menunjukkan tren positif, dengan peningkatan rata-rata 45 persen dalam tiga tahun terakhir.
“Mahasiswa kami bukan hanya didikik untuk menjadi sarjana yang cerdas secara akademik, tetapi juga untuk menjadi problem solver dan innovator yang dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” ujar Dra. Siti Nurhaliza, Koordinator Program Studi S1 Biologi, ketika diwawancara di laboratorium genetika Fakultas Biologi, Selasa (14 April 2026).
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Isu Sosial
Dimensi penting lainnya dari akreditasi UMW adalah komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan isu-isu sosial. Program pengabdian masyarakat Fakultas Biologi telah berkembang menjadi inisiatif yang melibatkan mahasiswa dalam upaya konservasi lingkungan, pendidikan masyarakat tentang kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui penerapan teknologi biologis yang ramah lingkungan.
Dalam tiga tahun terakhir, Fakultas Biologi UMW telah melaksanakan 47 program pengabdian masyarakat yang menyentuh lebih dari 3.500 keluarga di berbagai desa di Sulawesi Tenggara. Program-program tersebut mencakup edukasi tentang pertanian berkelanjutan, konservasi mangrove, dan pelatihan pengelolaan sampah organik.
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa akreditasi tinggi harus sejalan dengan tanggung jawab sosial. Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menjadi akademisi yang baik, tetapi juga menjadi warga yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” terang Prof. Bambang Supriyanto dengan penuh penekanan.
Standar Penjaminan Mutu
Untuk mempertahankan dan terus meningkatkan akreditasi ini, UMW telah mengembangkan sistem penjaminan mutu internal yang komprehensif. Sistem ini meliputi monitoring berkelanjutan terhadap indikator kinerja utama, evaluasi diri rutin, dan mekanisme feedback dari stakeholder seperti mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.
“Akreditasi ini adalah milestone, bukan destination. Kami harus terus berinovasi dan berkembang untuk mempertahankan status ini. Kami memiliki road map yang jelas untuk lima tahun ke depan, termasuk target peningkatan publikasi internasional, pengembangan program magister yang lebih kuat, dan ekspansi kemitraan global,” jelas Dr. Suryanto Wijaya sambil menunjukkan dokumen perencanaan strategis Fakultas Biologi tahun 2026-2031.
Dampak Terhadap Ekosistem Pendidikan Lokal
Pencapaian akreditasi unggul Fakultas Biologi UMW juga memiliki dampak positif yang lebih luas terhadap ekosistem pendidikan di Kendari dan sekitarnya. Universitas ini semakin diakui sebagai lembaga pendidikan tinggi berkualitas yang dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lainnya di kawasan timur Indonesia.
“Keberhasilan ini menginspirasi kami untuk terus meningkatkan standar pendidikan di seluruh fakultas. Kami juga berharap pencapaian ini dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berprestasi untuk belajar di universitas kami,” ujar Prof. Bambang Supriyanto.
Selain itu, dengan akreditasi unggul, Universitas Mandala Waluya menjadi lebih atraktif bagi dosen-dosen berkualitas tinggi, peneliti, dan institusi mitra internasional. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis dan inovatif di kampus.
Penutup dan Proyeksi Masa Depan
Pencapaian Fakultas Biologi Universitas Mandala Waluya dalam meraih akreditasi unggul merupakan bukti konkret bahwa institusi pendidikan di daerah dapat mencapai standar kualitas tertinggi melalui kerja keras, strategi yang jelas, dan komitmen konsisten terhadap peningkatan mutu.
Ke depannya, universitas ini akan terus memfokuskan upaya pada penguatan riset, pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan industri, dan peningkatan dampak sosial dari setiap kegiatan akademik. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, mitra industri, dan terutama dari seluruh civitas akademika yang berdedikasi, Universitas Mandala Waluya optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas bagi Indonesia.
Akreditasi unggul ini juga menjadi momentum yang tepat bagi UMW untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di kawasan Indonesia Timur dan terus memperluas jangkauan kontribusinya dalam pembangunan nasional.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari konferensi pers resmi Universitas Mandila Waluya yang dilaksanakan pada 13 April 2026, serta wawancara mendalam dengan berbagai pejabat kampus.